7Th MoDz Forum

Welcome to 7Th modz.

join n have fun ^^


Visit my Blog : www.diasfansite.blogspot.com


Diaz -7Th-

hmm hmm hmm


hehehe

7Th MoDz Group


    Menjadi seorang HACKER

    Share

    Diaz -7Th-
    Admin
    Admin

    Jumlah posting : 485
    Join date : 20.08.09
    Age : 21
    Lokasi : tangerang yg sangaDDh pnaZZ~~

    Menjadi seorang HACKER

    Post by Diaz -7Th- on Tue Oct 06, 2009 6:12 am

    Apa Hacker Itu?

    Jargon File <http://www.tuxedo.org/jargon> memuat beberapa definisi
    untuk kata ‘hacker’, hampir semuanya berkaitan dengan kemahiran teknis
    serta kegemaran menyelesaikan masalah dan mengatasi keterbatasan. Namun
    jika ingin /menjadi/ seorang hacker, hanya ada dua definisi yang relevan.

    Ada sebuah komunitas, budaya, terdiri dari para programer mahir dan ahli
    jaringan, yang sejarahnya bermula dari dekade minikomputer pertama yang
    memiliki time-sharing dan zaman eksperimen awal ARPAnet. Dari anggota
    budaya inilah muncul istilah ‘hacker’. Hackerlah yang membangun
    internet. Hackerlah yang membuat sistem operasi Unix menjadi seperti
    sekarang. Hackerlah yang mengoperasikan Usenet. Hacker yang membuat
    World Wide Web berjalan. Jika Anda bagian dari budaya ini, jika Anda
    telah menyumbangkan sesuatu untuk budaya ini, dan rekan lain di dalamnya
    mengenali Anda sebagai seorang hacker, maka seorang hackerlah Anda.

    Cara pikir hacker tidak terbatas pada budaya hacker software. Ada orang
    yang menerapkan sikap hacker pada banyak bidang lain, elektronik atau
    musik — bahkan, cara pikir hacker ada di tingkat tertinggi setiap
    bidang ilmu dan seni. Hacker software mengakui semangat serupa ini dan
    kadang menyebut orang-orang tersebut “hacker” pula — sebagian juga
    berpendapat bahwa sifat seorang hacker tidak bergantung pada wadah
    tempatnya bekerja. Tapi, untuk selanjutnya, kita akan memusatkan
    perhatian pada software hacker, keahlian dan sikap mereka, serta tradisi
    budaya bersama yang melahirkan istilah ?hacker?.

    Terdapat pula sekelompok lain yang menyebut-nyebut diri hacker, padahal
    bukan. Mereka-mereka ini (terutama terdiri dari remaja pria) mendapat
    kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking).
    Hacker sejati menyebut orang-orang ini ‘cracker’ dan tidak suka bergaul
    dengan mereka. Hacker sejati memandang cracker sebagai orang malas,
    tidak bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Hacker sejati tidak
    setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah
    menjadi hacker, sama seperti jika dikatakan bahwa mengontakkan mobil
    membuat seseorang langsung menjadi ahli mesin. Sayangnya, wartawan dan
    penulis telah salah kaprah dan menggunakan kata ‘hacker’ untuk
    melukiskan cracker; sesuatu yang selalu membuat kesal para hacker sejati.

    Perbedaan mendasar antara hacker dan cracker: hacker membangun, cracker
    membongkar.

    Jika Anda ingin menjadi hacker, lanjutkan membaca. Jika ingin menjadi
    cracker, kunjungi newsgroup alt.2600 <news:alt.2600> dan bersiaplah
    menghabiskan lima sampai sepuluh tahun di balik jeruji setelah
    mengetahui bahwa Anda ternyata tidak sepandai yang Anda kira. Hanya itu
    yang perlu dikatakan tentang cracker.

    3. Sikap Hacker

    Pekerjaan hacker menyelesaikan masalah dan membangun sesuatu, dan hacker
    percaya pada kebebasan dan kerjasama sukarela. Agar dapat diterima
    sebagai seorang hacker, Anda harus berbuat seolah-olah Anda memiliki
    sikap ini. Dan agar dapat berbuat demikian, sikap ini harus benar-benar
    diyakini.

    Tapi kalau Anda berniat menumbuhkan sikap ini hanya agar dapat diterima
    di lingkungan hacker, maka Anda belum menangkap maknanya. Menjadi orang
    yang meyakini sikap hacker penting bagi /Anda sendiri/ — agar bisa
    terus belajar dan termotivasi. Sama seperti semua seni kreatif lain,
    cara paling efektif untuk menjadi seorang ahli adalah dengan meniru cara
    berpikir ahli-ahli lainnya — bukan hanya secara intelektual tapi juga
    emosional.

    Seperti diungkapkan oleh sebuah sajak Zen modern di bawah:

    Untuk mengikuti jalan:
    pandanglah sang ahli,
    ikuti sang ahli,
    berjalan bersama sang ahli,
    kenali sang ahili,
    jadilah sang ahli.

    Jadi, jika ingin menjadi hacker, ulangi pernyataan di bawah ini sampai
    benar-benar Anda yakini:

    3.1 Dunia penuh dengan persoalan-persoalan menarik yang menanti
    untuk dipecahkan.

    Menjadi seorang hacker sebetulnya menyenangkan, tapi ‘menyenangkan’ yang
    menuntut usaha. Usaha ini membutuhkan motivasi. Atlet yang sukses
    memperoleh motivasi dari kepuasan fisik saat tubuh mereka beraksi, saat
    mendorong diri melampaui batasan fisik. Demikian juga, untuk menjadi
    seorang hacker Anda harus merasa tertarik memecahkan persoalan, mengasah
    keahlian, dan melatih kecerdasan.

    Jika Anda merasa bukan seperti ini secara naluri, Anda harus berusaha
    menjadi demikian jika ingin berhasil menjadi hacker. Jika tidak, energi
    hacking Anda akan melemah karena perhatian teralihkan oleh seks, uang,
    dan kedudukan.

    (Anda pun harus mengembangkan keyakinan pada kapasitas belajar diri –
    keyakinan bahwa meskipun yang Anda ketahui belum cukup untuk memecahkan
    suatu persoalan, jika satu potongan saja dari persoalan Anda usaha
    pecahkan, maka itu sudah cukup memberi pelajaran kepada Anda untuk
    menyelesaikan potongan berikutnya — dan berikutnya, hingga semua
    potongan terselesaikan.)

    3.2 Tidak seharusnya masalah yang sama dipecahkan dua kali.

    Otak yang kreatif merupakan sumber daya yang berharga dan terbatas.
    Tidak seharusnya sumber daya ini diboroskan hanya untuk memikirkan
    kembali suatu persoalan dari dasar; padahal ada begitu banyak masalah
    menarik baru lain di dunia ini yang menanti.

    Agar dapat bertingkah laku seperti hacker, Anda harus percaya bahwa
    waktu berpikir hacker lain itu berharga — sebegitu berharganya hingga
    merupakan suatu kewajiban moral bagi Anda untuk membagikan informasi,
    menyelesaikan masalah lalu memberi jawabannya pada hacker lain supaya
    mereka menyelesaikan masalah /baru/ dan tidak selamanya berkutat pada
    masalah-masalah lama.

    (Tidak harus berkeyakinan bahwa /semua/ produk kreatif Anda harus
    direlakan bagi orang lain, meski hacker yang demikianlah yang paling
    dihormati hacker lain. Menurut nilai-nilai hacker, jual saja sebagian
    asal cukup untuk tetap makan, tetap dapat membayar sewa rumah, dan tetap
    dapat memakai komputer. Tidak melanggar nilai hacker jika Anda
    memanfaatkan ilmu Anda untuk membiayai keluarga atau bahkan memperkaya
    diri, asalkan sambil melakukannya tetap setia pada disiplin ilmu dan
    sesama hacker lain.)

    3.3 Kebosanan dan pekerjaan membosankan itu jahat.

    Hacker (dan manusia kreatif pada umumnya) tidak seharusnya dibosankan
    dengan pekerjaan bodoh yang berulang-ulang, karena ini berarti mereka
    tidak melakukan pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh mereka –
    menyelesaikan persoalan-persoalan baru. Pemborosan sumber daya ini
    merugikan semua pihak. Karena itu kebosanan dan pekerjaan membosankan
    bukan saja tidak menyenangkan tapi juga jahat.

    Agar dapat bertingkah laku seperti hacker, Anda harus meyakini hal ini
    sehingga Anda berkeinginan untuk mengotomasi sebanyak mungkin bagian
    yang membosankan, bukan saja bagi diri sendiri tapi juga orang lain
    (terutama sesama hacker).

    (Ada satu kekecualian yang jelas. Hacker kadang melakukan pekerjaan yang
    di mata orang lain tampaknya berulang-ulang atau membosankan; ini untuk
    latihan menjernihkan pikiran, atau dalam rangka memperoleh keahlian atau
    pengalaman yang tak bisa tidak harus diperoleh dengan cara demikian.
    Tentu saja hal ini dilakukan atas dasar kehendaknya sendiri — setiap
    orang yang mampu berpikir tidak seharusnya dipaksa menjadi bosan.)

    3.4 Kebebasan itu baik.

    Secara alamiah hacker itu anti-otoriter. Siapa pun yang dapat memerintah
    Anda akan dapat menghentikan Anda untuk menyelesaikan persoalan yang
    menarik — dan, sesuai pikiran otak para otoriter, pada umumnya akan
    membuat alasan yang benar-benar bodoh untuk itu. Jadi sikap otoriter
    harus dilawan di mana pun Anda berada, agar nantinya tidak menekan Anda
    dan hacker-hacker lain.

    (Tidak untuk disamakan dengan melawan setiap bentuk kekuasaan. Anak-anak
    tetap harus dibimbing, para kriminal ditahan. Seorang hacker mungkin
    akan tunduk pada bentuk-bentuk kekuasaan tertentu agar dapat memperoleh
    sesuatu yang lebih dari waktu yang dibutuhkan untuk mengikuti peraturan.
    Ini lebih merupakan tawar-menawar yang terbatas dan dilakukan secara
    sadar; jenis tunduk diri yang diinginkan oleh orang-orang otoriter tentu
    saja tidak bisa diterima.)

    Para otoriter hidup di atas sensor dan kerahasiaan. Mereka tidak percaya
    pada kerjasama dan berbagi informasi — satu-satunya jenis ‘kerja sama’
    yang disukai adalah yang dapat mereka kendalikan. Jadi untuk berlaku
    seperti seorang hacker, Anda perlu mengembangkan rasa benci pada
    penyensoran, kerahasiaan, dan penggunaan kekerasan atau penipuan untuk
    memaksakan kehendak pada orang dewasa. Dan Anda harus bersedia bertindak
    atas dasar keyakinan ini.

    3.5 Sikap saja tak ada artinya tanpa keahlian.

    Untuk menjadi hacker, Anda perlu mengembangkan sebagian dari sikap-sikap
    yang telah disebutkan. Tapi memiliki sikap saja belum membuat seseorang
    menjadi hacker, atau atlet juara atau bintang rock. Untuk menjadi hacker
    dibutuhkan kecerdasan, latihan, dedikasi, dan kerja keras.

    Jadi, Anda perlu belajar untuk tidak mempercayai sikap saja dan
    menghormati setiap bentuk kemampuan. Hacker tidak bersedia menghabiskan
    waktu dengan orang-orang yang hanya bersikap seperti hacker, tapi hacker
    memuja keahlian — terutama keahlian dalam hacking, tapi juga keahlian
    di bidang apapun. Yang terlebih bagus lagi yaitu keahlian dalam bidang
    yang sulit dan hanya dapat dikuasai oleh sedikit orang, dan yang terbaik
    adalah keahlian dalam bidang yang sulit dan melibatkan ketajaman mental,
    keahlian, serta konsentrasi.

    Bila Anda memuja keahlian, Anda akan merasa senang dalam meningkatkan
    kemampuan diri — kerja keras dan dedikasi akan menjadi semacam
    permainan yang mengasyikkan ketimbang pekerjaan membosankan. Dan hal ini
    penting dalam proses menjadi hacker.

    4. Kemampuan Hacking Dasar

    Sikap hacker penting, tapi terlebih penting lagi keahlian. Sikap bukan
    pengganti keahlian, dan ada seperangkat keahlian menggunakan perangkat
    tool yang perlu Anda kuasai sebelum orang bahkan bisa berpikir memanggil
    Anda hacker.

    Perangkat tool ini perlahan-lahan memang berubah seiring teknologi yang
    menciptakan keahlian baru dan membuat keahlian lama tidak berguna.
    Misalnya, dulu keahlian pemrograman bahasa mesin termasuk, dan kemampuan
    HTML belum dan hanya baru-baru ini saja. Yang jelas saat ini yang
    termasuk adalah:

    4.1 Pelajari pemrograman.

    Ini tentunya merupakan keahlian hacking yang fundamental. Jika Anda
    belum pernah belajar bahasa pemrograman mana pun, saya sarankan mulai
    dengan Python <http://www.python.org/>. Disainnya bersih, terdokumentasi
    dengan baik, dan cukup mudah bagi pemula. Meski menjadi bahasa pertama,
    bukan berarti Python hanya mainan; Python amat ampuh dan fleksibel dan
    cocok untuk proyek-proyek besar. Saya menulis evaluasi terhadap Python
    <http://noframes.linuxjournal.com/lj-issues/issue73/3882.html> yang
    lebih mendetil. Tutorial Python bisa dilihat di situs web Python
    <http://www.python.org/> (terjemahan Indonesia
    <http://steven.haryan.to/pytut.id.html>).

    Java juga bahasa yang baik untuk belajar pemrograman. Lebih sulit dari
    Python, tapi menghasilkan kode yang lebih cepat dari Python. Menurut
    saya Java amat bagus sebagai bahasa kedua.

    Perlu diingat bahwa dengan satu dua bahasa pemrograman saja Anda tidak
    akan mencapai tingkat keahlian seorang hacker, atau bahkan seorang
    programer — Anda perlu belajar cara memandang pemrograman secara umum,
    tidak bergantung pada satu bahasa mana pun. Untuk menjadi hacker sejati,
    Anda perlu mencapai tahap di mana Anda dapat mempelajari bahasa baru
    dalam beberapa hari, dengan menghubungkan apa yang ada di manual dengan
    apa yang telah Anda ketahui. Hal ini berarti, Anda perlu mempelajari
    beberapa bahasa yang jauh berbeda satu dengan yang lainnya.

    Jika ingin serius dalam pemrograman, pada akhirnya Anda harus belajar C,
    bahasa inti sistem operasi Unix. C++ terkait erat dengan C; jika tahu
    yang satu, belajar yang lain tidak akan susah. Namun keduanya bukan
    bahasa yang cocok untuk dipelajari pertama kali.

    Bahasa lain yang juga penting untuk hacker antara lain Perl
    <http://www.perl.com/> dan LISP <http://snaefell.tamu.edu/~colin/lp/>.
    Perl patut dipelajari untuk kebutuhan praktis; Perl dipakai secara amat
    meluas untuk halaman web aktif dan untuk administrasi sistem, jadi
    meskipun nantinya Anda tidak akan membuat program dalam Perl, Anda
    sebaiknya belajar cara membaca Perl. LISP patut dipelajari karena akan
    memberikan pengalaman ‘membuka pikiran’ jika Anda telah menangkapnya;
    dengan mempelajari LISP, Anda akan menjadi seorang programer yang lebih
    baik, meskipun dalam kenyataan Anda akan jarang memakainya.

    Paling baik sebetulnya mempelajari semuanya (Python, Java, C/C++, Perl,
    dan LISP). Selain merupakan bahasa-bahasa terpenting dalam hacking,
    masing-masing mewakili cara pendekatan pemrograman yang berbeda, dan
    tiap bahasa akan memberi Anda pelajaran-pelajaran berharga.

    Tentu saja, di sini tidak mungkin saya memberi petunjuk lengkap cara
    memrogram — pemrograman merupakan keahlian yang kompleks. Tapi, satu
    petunjuk yang saya berikan: buku dan kursus saja tidak akan membuat Anda
    menjadi seorang programer (banyak, mungkin hampir semua hacker terbaik
    itu belajar mandiri). Anda akan menjadi programer dengan (a) /membaca
    kode/ dan (b) /menulis kode/.

    Belajar membuat program adalah seperti belajar menulis dalam bahasa
    alamiah. Cara terbaik untuk melakukannya dengan membaca tulisan yang
    dibuat oleh para ahlinya, membuat tulisan sendiri sedikit, membaca lebih
    banyak lagi, menulis lebih banyak, dan mengulanginya sampai di tulisan
    Anda mulai terbentuk semacam kekuatan dan kemahiran penggunaan kata
    seperti di tulisan-tulisan yang semula Anda teladani.

    Dahulu sulit mencari kode yang baik untuk dibaca, karena dulu hanya
    sedikit program-program besar yang terdapat dalam bentuk source untuk
    bisa dibaca dan diutak-atik hacker-hacker pemula. Sekarang kondisinya
    jauh berbeda: software open-source, tool pemrograman, dan sistem operasi
    (semua dibuat oleh hacker) kini banyak terdapat. Dan ini mengantar kita
    pada poin berikutnya?

    4.2 Cari, pelajari, dan jalankan salah satu versi Unix open-source.

    Saya anggap Anda memiliki, atau memperoleh akses ke komputer pribadi
    (anak-anak sekarang mudah sekali mendapatkan akses :-) ). Kalau ada satu
    langkah terpenting bagi pemula untuk mendapatkan kemampuan hacker, itu
    adalah mendapatkan satu salinan sistem operasi Linux atau salah satu
    Unix BSD, meng-install-nya di komputer sendiri, dan menjalankannya.

    (Tidak saya sarankan meng-install Linux sendirian jika Anda pemula. Cari
    klub komputer atau kelompok pengguna Linux di daerah Anda dan mintalah
    bantuan; atau hubungi Linux Internet Support Co-Operative
    <http://www.linpeople.org/>. LISC mengurus channel-channel IRC
    <http://openprojects.nu/services/irc.html> tempat Anda dapat bertanya).
    Tentu, di dunia ini ada banyak sistem operasi selain Unix. Tapi
    sistem-sistem operasi tersebut didistribusikan dalam program jadi
    (binary) — kodenya tidak bisa Anda baca, sehingga sistem operasi
    tersebut tidak bisa Anda modifikasi. Belajar hacking di DOS atau Windows
    atau MacOS adalah bagaikan belajar menari dengan seluruh tubuh digips.

    Lagipula Unix-lah sistem operasi Internet. Meski tentu bisa belajar
    menggunakan internet tanpa mengenal Unix, Anda tak akan mampu menjadi
    hacker Internet tanpa memahami Unix. Untuk alasan inilah, budaya hacker
    saat ini cukup cenderung berat ke Unix. (Ini tidak selalu benar,
    beberapa hacker zaman dahulu tidak menyukai kenyataan ini, tapi
    simbiosis antara Unix dan Internet telah menjadi kuat sehingga bahkan
    otot Microsoft pun tak mampu membengkokkannya.)

    Jadi, buatlah sistem Unix — saya pribadi menyukai Linux tapi tentu saja
    ada yang lainnya (dan ya, Anda /bisa/ menjalankan Linux dan DOS/Windows
    di mesin yang sama). Pelajari Unix. Jalankan Unix. Bermain-mainlah
    dengan Unix. Berhubungan dengan internet melalui Unix. Baca kodenya.
    Modifikasi. Di Unix Anda akan menjumpai tool pemrograman yang lebih baik
    (termasuk C, Lisp, Python, dan Perl) ketimbang di sistem operasi
    Microsoft manapun, Anda akan bersenang-senang, dan Anda akan mendapat
    pengetahuan lebih dari yang Anda sadari sampai kemudian ketika mengenang
    kembali Anda telah seorang hacker ahli.

    Lebih jauh tentang mempelajari Unix, lihat The Loginataka
    <http://www.tuxedo.org/~esr/faqs/loginataka.html>.

    Untuk memperoleh Linux, lihat Where can I get Linux
    <http://linuxresources.com/apps/ftp.html>.

    Bantuan dan resource BSD Unix bisa Anda lihat di www.bsd.org
    <http://www.bsd.org>.

    Saya menulis pengantar dasar Unix dan Internet
    <http://www.linuxdoc.org/HOWTO/Unix-and-Internet-Fundamentals-HOWTO/index.html>.

    (Catatan: Saya tidak menganjurkan menginstal Linux atau BSD sendirian
    jika Anda seorang pemula. Untuk Linux, carilah sebuah kelompok pengguna
    lokal Linux [KPLI di Indonesia] dan mintalah bantuan mereka; atau
    hubungi Open Projects Network <http://www.linpeople.org/>. LISC
    memaintain daftar IRC channel <http://openprojects.nu/services/irc.html>
    yang bisa Anda datangi untuk memperoleh bantuan.)

    4.3 Pelajari cara menggunakan World Wide Web dan cara menulis HTML.

    Kebanyakan hasil budaya hacker bekerja di belakang layar tanpa diketahui
    orang banyak, membantu mengoperasikan pabrik, kantor, dan universitas,
    tanpa ada pengaruh yang jelas pada cara hidup para non-hacker. Web
    adalah satu kekecualian, bahkan para politisi pun mengakui bahwa barang
    mainan hacker yang besar dan berkilauan ini telah mengubah dunia. Untuk
    satu alasan ini saja (dan juga banyak alasan bagus lainnya) Anda perlu
    mempelajari cara pengoperasian Web.

    Maksudnya lebih dari sekedar cara menggunakan browser (sebab kalau itu
    siapa pun bisa), tapi mempelajari cara menulis HTML, bahasa markup Web.
    Bila Anda belum menguasai pemrograman, lewat menulis HTML Anda akan
    diajari beberapa kebiasaan mental yang akan membantu Anda belajar
    pemrograman. Jadi, buatlah home page.

    Hanya dengan membuat homepage tidak akan membuat Anda menjadi (bahkan
    dekat pun tidak) seorang hacker. Web penuh dengan home page. Kebanyakan
    hanyalah kotoran tanpa arti, tanpa isi — kotoran yang tampak indah,
    tapi tetap kotoran (lebih jauh tentang ini, lihat The HTML Hell Page
    <http://www.tuxedo.org/~esr/html-hell.html>).

    Agar bermanfaat, halaman Anda harus mengandung /content/ — harus
    menarik dan/atau berguna bagi hacker lain. Dan ini mengantar kita pada
    bahasan berikutnya…

    5. Status dalam Budaya Hacker

    Seperti halnya dalam kebanyakan budaya lain tanpa ekonomi uang, dunia
    hacker berjalan di atas reputasi. Anda berusaha menyelesaikan
    persoalan-persoalan menarik, tapi seberapa menarik persoalan tersebut,
    dan apakah solusi Anda benar-benar baik, merupakan sesuatu yang umumnya
    hanya dapat dinilai oleh rekan sejawat atau atasan Anda.

    Demikian juga, dalam permainan hacker, Anda menjaga nilai terutama lewat
    pandangan hacker lain terhadap kemampuan Anda (inilah sebabnya Anda
    belum benar-benar seorang hacker sampai hacker-hacker lain dengan
    konsisten menyebut Anda seorang hacker). Kenyataan ini dikaburkan oleh
    citra hacking sebagai pekerjaan menyendiri; juga oleh tabu budaya hacker
    (yang kini perlahan-lahan menghilang namun masih tetap kuat) yang tidak
    mengakui bahwa ego atau pengesahan dari luar berpengaruh pada motivasi
    seseorang.

    Tegasnya, dunia hacker merupakan apa yang disebut oleh para antropolog
    sebagai /budaya memberi/. Kedudukan dan reputasi tidak diperoleh dengan
    menguasai orang lain, atau dengan menjadi seseorang yang cantik, atau
    dengan memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain, tapi dengan
    memberikan sesuatu. Tepatnya, dengan memberikan waktu Anda, kreativitas,
    dan hasil dari kemampuan Anda.

    Pada dasarnya ada lima hal yang bisa dilakukan agar dihormati oleh hacker:

    5.1 Menulis software open-source.

    Yang pertama (yang paling inti dan paling tradisional) adalah menulis
    program yang dipandang berguna atau mengasyikkan oleh hacker lain,
    kemudian memberikan source programnya untuk digunakan oleh seluruh
    budaya hacker.

    (Dulu karya semacam ini disebut ’software bebas’ (free software), tapi
    istilah ini memusingkan banyak orang karena mereka tidak tahu apa arti
    tepat dari ‘free’. Sekarang banyak yang lebih menyukai istilah ’software
    open-source <http://www.opensource.org/>’.)

    Para dewa^1 yang dipuja di dunia hacker yaitu mereka yang telah menulis
    program besar yang berkemampuan tinggi dan dibutuhkan di mana-mana, lalu
    memberikan program ini cuma-cuma, dan sekarang program itu telah dipakai
    setiap orang.

    5.2 Membantu menguji dan men-debug software open-source

    Yang selanjutnya berjasa adalah mereka yang bertahan menggunakan dan
    men-debug software open-source. Di dunia yang tak sempurna ini, tanpa
    terhindarkan kita harus menghabiskan sebagian besar waktu pengembangan
    software dalam tahap debugging. Karena itu setiap penulis software
    open-source yang waras akan berpendapat bahwa penguji beta yang baik
    (yang tahu bagaimana menjelaskan gejala masalah dengan jelas, bagaimana
    melokalisir masalah, mampu mentolerir bug di rilis cepat, dan bersedia
    menjalankan beberapa rutin diagnostik sederhana) itu amat sangat
    berharga. Bahkan satu saja penguji beta sudah mampu membantu menjadikan
    tahap debugging dari mimpi buruk panjang yang melelahkan menjadi hanya
    gangguan yang justru menyehatkan.

    Bila Anda seorang pemula, cobalah mencari program yang sedang dalam
    tahap pengembangan, yang menarik bagi Anda, dan jadilah seorang penguji
    beta yang baik. Dari sini Anda secara alamiah akan meningkat dari
    membantu menguji program ke membantu memodifikasi program. Anda akan
    belajar banyak, dan pada gilirannya nanti Anda pun akan memperoleh
    bantuan dari orang lain saat membutuhkan.

    5.3 Menerbitkan informasi yang bermanfaat.

    Yang bagus juga untuk dilakukan yaitu mengumpulkan dan menyaring
    informasi-informasi menarik dan berguna ke dalam halaman Web atau
    dokumen seperti FAQ (Frequently Asked Questions — daftar jawaban
    pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan orang), dan membuat
    dokumen-dokumen ini mudah didapat orang.

    Pemelihara FAQ teknis yang besar-besar juga mendapatkan hormat hampir
    seperti para penulis software open-source.

    5.4 Membantu terus berjalannya infrastruktur.

    Budaya hacker (dan juga dalam hal ini pengembangan rekayasa Internet)
    dijalankan oleh relawan. Banyak sekali pekerjaan yang dibutuhkan namun
    bukan pekerjaan yang agung, yang harus dilakukan agar semuanya tetap
    berjalan ? melakukan administrasi mailing list, moderasi newsgroup,
    memelihara situs archive software yang besar, mengembangkan
    dokumen-dokumen RFC serta standar teknis lainnya.

    Mereka yang melakukan hal-hal seperti dengan baik juga dihormati, karena
    orang tahu bahwa pekerjaan seperti ini menghabiskan banyak waktu dan
    kalah mengasyikkan dibanding bermain dengan kode. Melakukan pekerjaan
    seperti ini menunjukkan bahwa seseorang memiliki dedikasi.

    5.5 Mengabdi kepada budaya hacker itu sendiri.

    Terakhir, Anda dapat mengabdi dan menyebarluaskan budaya hacker (lewat,
    misalnya, menulis panduan tepat bagi pemula tentang cara menjadi seorang
    hacker :-) ). Anda tidak bisa melakukan hal ini kecuali telah
    berkecimpung cukup lama dan menjadi figur yang cukup terkenal di salah
    satu dari empat hal sebelumnya.

    Budaya hacker tidak persis memiliki pemimpin, tapi memiliki pahlawan,
    tetua suku, sejarawan, dan para jubir. Jika Anda telah cukup lama berada
    di ‘medan tempur’, Anda dapat saja memperoleh salah satu dari
    jabatan-jabatan ini. Peringatan: hacker tidak mempercayai ego tetua suku
    yang terlampau mencolok, jadi berbahaya jika Anda terlalu terlihat untuk
    berusaha menjadi terkenal. Cara yang benar seharusnya yaitu dengan
    memposisikan diri sedemikian rupa sehingga jabatan tersebut jelas telah
    Anda capai, lalu kemudian bersikap rendah hati dan ramah sehubungan
    dengan kedudukan Anda tersebut.

    6. Hubungan Hacker/Orang Nyentrik^2

    Bertentangan dengan mitos populer, tidak perlu menjadi orang nyentrik
    untuk menjadi hacker. Meski itu sebetulnya membantu, dan pada
    kenyataannya banyak hacker yang merupakan orang nyentrik. Menjadi orang
    yang tersisih secara sosial membantu Anda tetap memusatkan perhatian
    pada hal-hal yang benar-benar penting, seperti berpikir dan hacking.

    Karena alasan ini, banyak hacker mengadopsi label ‘nerd’ dan bahkan
    menggunakan istilah yang lebih kasar ‘geek’ sebagai lencana kebanggaan
    – cara memproklamasikan kebebasan dari tuntutan sosial. Lihatlah The
    Geek Page <http://samsara.circus.com/~omni/geek.html> untuk pembahasan
    menyeluruh.

    Bila Anda tetap dapat memusatkan perhatian pada hacking sampai menjadi
    cukup ahli dan tetap memiliki kegiatan sosial, itu sah-sah saja. Hal ini
    memang lebih mudah dilakukan sekarang ketimbang waktu saya seorang
    pemula di tahun 1970-an; budaya mainstream saat ini jauh lebih ramah
    pada para techno-nerd. Malah kini semakin banyak orang yang menyadari
    bahwa hacker kadang merupakan kekasih yang berkualitas dan calon
    pasangan hidup potensial. Lebih lanjut tentang hal ini, lihat Girl’s
    Guide to Geek Guys <http://www.bunnyhop.com/BH5/geekguys.html>.

    Bila ketertarikan Anda pada hacking adalah karena Anda tidak mempunyai
    kegiatan lain, itu juga tidak apa-apa — setidaknya tidak perlu
    susah-susah memusatkan perhatian. Mudah-mudahan satu hari nanti Anda
    akan memperoleh kehidupan sosial.

    7. Panduan Gaya

    Saya ulangi, untuk menjadi hacker, Anda perlu memasuki cara pikir
    hacker. Hal-hal tertentu yang Anda lakukan saat jauh dari komputer
    kadang membantu mencapainya. Tentu saja kegiatan-kegiatan ini bukan
    sebagai pengganti hacking (tak ada yang dapat menggantikan hacking) tapi
    banyak hacker melakukannya, dan merasa bahwa kegiatan tersebut secara
    dasar berhubungan dengan intisari hacking.

    * Membaca karya fiksi ilmiah. Datang ke pertemuan fiksi ilmiah
    (salah satu jalan yang bagus untuk bertemu hacker dan proto-hacker).
    * Mempelajari Zen, dan/atau berlatih bela diri. (Disiplin mental
    yang diajarkan serupa dengan hacking dalam hal-hal penting.)
    * Mengasah pendengaran musik. Belajar menghargai jenis-jenis musik
    yang tidak lazim. Belajar menjadi ahli dalam bermain alat musik
    tertentu, atau berlatih bernyanyi.
    * Mengembangkan apresiasi akan permainan kata.
    * Belajar menulis dalam bahasa asli (Sejumlah banyak hacker,
    termasuk semua hacker terbaik yang saya kenal, adalah penulis yang
    cakap).

    Semakin banyak dari hal-hal di atas yang sudah Anda kerjakan, semakin
    besar kemungkinan Anda adalah calon hacker berbakat. Kenapa hal-hal di
    atas yang berhubungan dengan hacking tidak sepenuhnya jelas, tapi
    semuanya berkaitan dengan gabungan kemampuan otak kiri dan kanan yang
    penting (hacker harus dapat berpikir logis dan juga sewaktu-waktu harus
    dapat melangkah keluar dari logika umum suatu permasalahan).

    Terakhir, sebagian dari hal-hal yang /tidak/ sebaiknya dilakukan:

    * Jangan menggunakan ID atau nama samaran yang konyol atau berlebihan.
    * Jangan terlibat perang flame di Usenet (atau di mana pun).
    * Jangan menggelari diri ‘cyberpunk’, jangan berurusan dengan para
    ‘cyberpunk’.
    * Jangan mengirim posting atau email yang penuh salah ketik dan
    bertata bahasa buruk.

    Satu-satunya reputasi yang akan Anda dapatkan jika melakukan hal-hal di
    atas adalah sebagai orang dungu. Ingatan hacker biasanya bagus –
    mungkin dibutuhkan bertahun-tahun lamanya sebelum Anda dapat diterima
    kembali.

    sumber : http://gandhiprima.wordpress.com/2007/11/24/cara-menjadi-seorang-hacker/


    _________________
    Welcome ^^

    Other Cheat Ayodance Visit :
    www.diasfansite.blogspot.com




    kiky
    -7Th- ~ Holic
    -7Th- ~ Holic

    Jumlah posting : 287
    Join date : 23.08.09
    Age : 22
    Lokasi : sunter

    Re: Menjadi seorang HACKER

    Post by kiky on Tue Oct 06, 2009 6:16 am

    eh ~
    gmn tuh cara bikin ayobadge?

    inudevi
    -7Th- ~ Lvl 3
    -7Th- ~ Lvl 3

    Jumlah posting : 46
    Join date : 01.09.09

    Re: Menjadi seorang HACKER

    Post by inudevi on Wed Oct 14, 2009 5:42 am

    dari FB ..

    eh saya mau nanya ...

    kta tmen" ada software supaya tau password FB orang lain dengan menaruh emailnya ...

    klo ada yg tau tolong share yaa,penting bgttt...

    masalahnya tmen" gw banyak yg di hack dengan cara itu...

    --DezeD--
    Junior ~ Member
    Junior ~ Member

    Jumlah posting : 146
    Join date : 06.10.09
    Age : 21
    Lokasi : di sinii .

    Re: Menjadi seorang HACKER

    Post by --DezeD-- on Mon Oct 19, 2009 5:12 am

    kiky wrote:eh ~
    gmn tuh cara bikin ayobadge?
    no OOT, pleasee .
    inudevi wrote:dari FB ..

    eh saya mau nanya ...

    kta tmen" ada software supaya tau password FB orang lain dengan menaruh emailnya ...

    klo ada yg tau tolong share yaa,penting bgttt...

    masalahnya tmen" gw banyak yg di hack dengan cara itu...
    kalau mau REQ jangan di sini!!, kan udah ada room nya : REQUEST SOFTWARE .

    Sponsored content

    Re: Menjadi seorang HACKER

    Post by Sponsored content Today at 8:37 am


      Waktu sekarang Sat Dec 03, 2016 8:37 am